Baru beberapa tahun
terakhir; gw menjadi perhatian banget terhadap kesehatan tubuh.
Hal yang merubah pandangan gw adalah ketika melihat seorang
om-om dengan perut gendut nya (perut buncit nya) hehe. Saat itu terlintas di
pikiran gw ,”apakah gw kelak akan berakhir seperti ituh ?”. Seandainya punya
istri cantik tapi kalau perut buncit ya bikin minder juga sih haha.
Gw tidak bilang menjadi gendut itu adalah hal buruk atau hal
jelek. Akan tetapi kalau kita bisa menjaga penampilan tubuh yang ideal kenapa
tidak dilakukan ? Menurut gw, menjadi gendut itu karena diri kita sendiri lah
yang bermalas-malasan. Malas beraktifitas, malas mengontrol makanan, atau rajin
membuat alasan untuk tidak berolahraga.
Dengan banyak belajar tentang topik kesehatan; barulah gw
mengerti tentang beberapa hal yang penting. Salah satu nya mengenai Metabolisme tubuh.
Ada beberapa pendapat yang mengatakan bila orang gendut itu
metabolisme nya lambat, sedangkan yang kurus itu metabolisme nya cepat sehingga
mau makan seberapa banyak apapun tetap kurus.
Faktor genetika juga membawa pengaruh seberapa cepat
metabolisme tubuh kita. Gw juga punya teman yang kurus tapi porsi makan nya
banyak sekali. Sudah beberapa tahun; bentuk badan nya seperti itu saja. Setelah
gw telusuri, baik Ayah Ibu dan Adik nya juga kurus (bentuk badan nya mungil).
Jadi ada benarnya bila faktor keturunan itu yang membuat teman gw bisa memiliki
badan kurus.
Loh terus yang punya riwayat keturunan berbadan besar dan
terbawa jadi berbadan besar bagaimana ? Eitss tenang ! Kabar baiknya adalah
metabolisme dapat berubah-ubah. Bahkan bisa
memprogram kecepatan metabolisme tubuh kita sendiri loh.
Mari mengenal istilah BMR ( Basal Metabolic Rate ). BMR
adalah jumlah energi yang dibutuhkan tubuh hanya untuk hidup, tanpa melakukan
kegiatan apa-apa. Yakni saat berada dalam posisi berbaring dan saat perut tidak
mencerna makanan. BMR ini akan semakin berkurang seiring bertambah nya usia.
![]() |
| Cara Menghitung BMR, Simak Tabel Berikut Ini |
Kebanyakan orang berpikir ,”Makan segini banyak saja, saya bisa gendut. Berarti saya harus mengurangi makan. Mengurangi makan bisa kurus. Semakin sedikit makan, saya bisa lebih cepat kurus.” Kalau dipikir secara matematis, hal itu benar adanya. Tapi menguruskan badan tidak semudah rumus ituh haha.
“Jika jumlah kalori masuk
lebih kecil daripada jumlah kalori yang keluar, maka kita bisa kurus.” Beberapa
orang dengan pemikiran instan makan sedikit mungkin dan menambah porsi olahraga
supaya kalori yang masuk kedalam tubuh jadi lebih sedikit. Berhasilkah orang
seperti ini ? Ternyata TIDAK.
Mungkin satu-dua orang
berhasil, tetapi ketika mereka berhenti diet dan kembali pada pola makan
normal, berat badan mereka segera naik menuju titik awal, bahkan bisa mencapai
titik yang lebih berat lagi.
Haduh haduh kok
metabolisme itu rumit sekali ya ??? Mempelajari metabolisme tubuh sama hal nya
mempelajari matematika nih. Kalau dilihat mudah tapi begitu dijalankan bikin
pyusing hehe.
Nah sebelum lanjut
membahas hal ini lebih dalam, ambil istirahat sejenak duluu. Karena setelah ini
bakal cukup bikin otak anda sedikit puyeng haha.




No comments:
Post a Comment