Hidup Sehat Itu Mudah dan Menyenangkan

Sebuah Blog yang membahas tentang gaya hidup sehat, informasi tentang kesehatan, diet, dan hal yang bermanfaat

Tuesday, September 25, 2018

Mesin Pembakar Lemak ( Part II )

Helo Helo kembali lagi kepada pembahasan mengenai metabolisme tubuh. Sudah siap untuk sedikit puyeng ? hehe. Kali ini gw akan mencoba membahas tentang metabolisme tubuh secara sederhana agar anda bisa memahami.

Masih ingat tabel pada post part I ? Pada tabel tersebut disampaikan kalau BMR Audrey ada di kisaran 2996 kalori. Audrey sudah merencanakan program diet. Alhasil dia diet sehingga kalori yang masuk hanya 1000 kalori.

Berdasarkan pemikiran matematis ,”Jumlah kalori masuk lebih kecil daripada jumlah kalori keluar.” Yang masuk hanya 1000 kalori padahal kebutuhan setiap hari di angka 2996 kalori. Harusnya dengan melakukan hal itu; tubuh bisa menjadi cepat kurus donk.

Nah disini letak pemikiran yang salah. Dulu gw juga berpikir seperti demikian. Untung saja dengan banyak belajar, menghindari gw dari pemikiran salah ini. Loh salah nya dimana sih ?

Ada hal yang lupa kita perhatikan yakni ketika Audrey mengurangi jumlah kalori yang masuk sedemikian drastis, BMR juga akan terkena imbas nya. Tubuh pun mengerti akan satu hal, yaitu pemilik tubuh (Audrey) dalam keadaan bahaya. Bisa saja Audrey sedang terkena bencana alam atau Audrey sedang terdampar di tengah laut. Audrey bertahan tanpa makanan sambil berharap regu penyelamat datang.


Tubuh ini adalah mesin yang sangat canggih. Apakah pernah mendengar kisah tim sepakbola thailand U-16 yang hilang di gua selama hampir 7 hari ? Bayangkan 7 hari tanpa makanan. Hebatnya mereka semua bisa bertahan hidup loh.
Timnas U-16 Thailand Menghilang

Saat Audrey mengkonsumsi kalori dibawah standar, tubuh akan memasuki mode bertahan hidup atau mode dalam bahaya. Tubuh dengan kondisi itu akan menyimpan makanan apapun yang masuk menjadi lemak. Kok bisa begitu ? karena tubuh tidak tahu kapan bisa mendapatkan makanan lagi. Tubuh melakukan penghematan energi.

Akan tetapi, tubuh tetap tidak bisa membedakan apakah kalori rendah yang dikonsumsi (kalori yang masuk) bertujuan untuk menurunkan berat badan atau saat berada dalam kondisi berbahaya.

Solusi menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi makan sebesar 500 kalori. Atau, makan tetap dalam jumlah yang sama, tetapi menambah porsi olahraga untuk membakar 500 kalori. Atau bisa dengan kombinasi kedua nya. Mengurangi makan sebesar 250 kalori dan olahraga untuk membakar 250 kalori.

Untuk memprogram metabolisme tubuh (BMR) dalam keadaan baik, dianjurkan memiliki frekuensi makan 5 – 6 kali. 3 makan utama dan 2 – 3 kali camilan. Misal Audrey butuh 2996 kalori maka 2996 kalori dibagi 6 menjadi 499 kalori setiap makan.

Bila Audrey merencanakan diet maka 2996 kalori dikurang 500 kalori lalu dibagi 6. Perhitungan nya menjadi demikian (2996 – 500 ) : 6 frekuensi = 416 kalori setiap makan.

Nah, demikian uraian singkat tentang pembahasan metabolisme tubuh. Stay tune untuk ulasan berikutnya ya !

No comments:

Post a Comment