Helo Helo Sobat Yukitasehattt. Kali ini, gw akan membahas
tentang kalori nih. Kalori ini sebenarnya bisa dibilang sebagai salah satu
aspek penting kalau sedang menjalankan program penurunan berat badan. Seberapa
penting sih mengenal kalori yang masuk ke dalam tubuh kita ?
Pada artikel sebelum nya; disampaikan untuk menurunkan berat
badan tetap harus menjaga frekuensi makan yakni sekitar 5 – 6 kali. Saat
pelaksanaan, terkadang tetap ditemukan beberapa kesalahan.
Ada yang sudah meningkatkan metabolisme tubuh dengan
memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Atau ada juga yang sudah menerapkan 3
kali makan normal lalu camilan nya dengan oatmeal + buah. Secara konsep itu
benar, tetapi salah dalam penerapan nya.
Menuurut sumber kredibel yang gw baca ( Rahasia Diet, Denny
Santoso. 2009 ) disampaikan untuk menjaga berat badan ideal adalah 55%
karbohidrat, 25% protein, dan 20% lemak. Untuk program penurunan BB, komposisi
yang ideal menjadi 45% karbo, 35% protein, 20% lemak.
Untuk penurunan Berat Badan, komposisi yang ideal menjadi 45% karbo, 25% protein, dan 20% lemak
Mari kita ambil sebuah contoh. Anggap saja kebutuhan kalori
Audrey adalah 2.000 per hari. Audrey sedang menjalankan program penurunan BB
dengan rumus 45% karbo, 35% protein, 20% lemak.
Maka, 45% dari 2.000 kalori yakni 900 kalori. Bila 1 gram
karbo mengandung 4 kalori maka 900 kalori adalah 225 gram – berat karbohidrat
yang sebaiknya dimakan dalam sehari.
35% dari 2.000 kalori yakni 700 kalori. Bila 1 gram protein
mengandung 4 kalori maka 700 kalori adalah 175 gram – berat protein yang
sebaiknya dimakan dalam sehari.
20% dari 2.000 kalori yakni 400 kalori. Bila 1 gram lemak
mengandung 9 kalori maka 400 kalori adalah 44 gram – berat lemak yang sebaiknya
dimakan dalam sehari.
Anda makan oatmeal, buah, dan sayur masing masing sebanyak 6
kali. Sarapan pagi oats + buah + sayur, begitu pula untuk camilan pagi, makan
siang, camilan siang, dan makan malam. Apakah akan berhasil menurunkan berat
badan ?
Banyak yang mengatakan oatmeal bisa menurunkan berat badan
secara terbuat dari gandum utuh yang lebih baik daripada nasi putih. Faktanya,
jika yang dimakan adalah 80% karbohidrat – sekalipun karbohidrat dari oatmeal
tetap saja tidak bisa menurunkan berat badan.
Kelebihan karbohidrat sebagai sumber tenaga utama akan disimpan sebagai tenaga cadangan dalam bentuk lemak
Kelebihan karbo sebagai sumber tenaga utama akan disimpan
sebagai tenaga cadangan dalam bentuk lemak. Nah, jika ukuran lingkar perut anda
belum menunjukan penurunan yang signifikan; letak persoalan biasa ada pada
karbohidrat.
Terlalu banyak konsumsi oats, beras merah bisa jadi penyebabnya.
Lemak jarang dijadikan penyebab utama karena bila sedang melakukan diet;
otomatis tidak memakan gorengan atau menghindari makanan yang digoreng.
Selain memperhatikan jenis makanan; beri perhatian pula
kepada komposisi kalori makanan Anda. Salah komposisi; program penurunan berat
badan akan terhambat.
Referensi ( Rahasia Diet, Denny Santoso. 2009 )



No comments:
Post a Comment